12.27.2009

kau ada..

Kembali lagi di sini, di antara dinding-dinding putih yang selalu mengepungku dan bau khas yang sudah terlalu akrab di hidungku. Tapi kali ini semua terasa berbeda. Aku terbiasa terbaring di sini sendiri, tanpa ada yang menemani. Hanya beberapa wanita berseragam putih yang sesekali datang untuk memastikan semua baik-baik saja, dan aku akan tenggelam dalam himpitan dinding-dinding putih itu, berharap malam akan segera usai. Tapi kali semua berbeda. Aku tak lagi sendiri. Ada dia yang temani aku. Sebuah janin yang tercipta dari rahim ketidakberdayaan dan anomali kenyataan.

Aku memutuskan untuk kembali melawan dinding-dinding ini pun karena dia. Saat sakit itu kembali menyerangku, yang aku ingat hanya dia. Aku harus menyelamatkannya. Aku tak boleh kehilangannya, karena hanya dia nyata yang aku miliki. Karena dia aku akhirnya merasa memiliki sesuatu yang berharga di dunia ini. Dia satu-satunya hal yang bisa aku miliki utuh, dan kami akan saling memiliki dengan ketulusan yang tak pernah aku dapat dari yang lain.

Aku lega saat mengetahui dia baik-baik saja. Aku masih bisa tersenyum di antara keheningan malam ini. Aku tahu dia ada, dan aku akan bertahan untuknya. Sesulit apapun jalan yang akan aku lalui, aku akan melindunginya. Aku akan menjadi kuat untuknya. Untuk malaikat kecilku.

Aku tak lagi mengkhawatirkan dinding-dinding putih itu ataupun bau yang tak pernah aku sukai itu, walau malam masih saja enggan berlalu dan detik seolah mempermainkan aku. AKu ingin segera membawamu keluar dari sini. Aku tak mau nanti kau menjadi terbiasa dengan dinding-dinding itu dan bau yang tak pernah tersamarkan meski mereka telah menaruh pewangi ruangan di mana-mana. Cukup aku saja yang lalui masa-masa itu. Kau tak boleh terlalu sering bergaul dengan mereka. Kau harus lebih kuat dari aku.

Sebentar lagi malam akan segera hilang, hiruk pikuk dunia akan segera kembali dan aku akan segera membawamu pulang. Kita akan hadapi nyata bersama. Kaulah sumber kekuatanku dan aku akan menjadi kuat untukmu. Jangan khawatir, nak. Bunda akan selalu menjagamu tak perduli seberapa banyak cibiran orang. Bunda akan mempertahankanmu meski mereka tak mau menerimamu. Kita akan selalu bersama, bertahan dalam ketidakadlian dunia.

Walau tampak enggan, mentari mulai menampkakkan sinarnya. Saatnya pulang. Akan ku bawa kau ke tempat yang aman, di mana dinding-dinding tampak bersahabat dan bau khas yang penuh kehangatan menyeruak di detik kita melangkah masuk. Hanya kau dan aku.


*Aku Hilang Bentuk*

12.26.2009

Andai kau tahu..


Rasa gundah itu mulai sering menghampiri lagi, terutama hari-hari terakhir ini saat detik berlalu dengan cepat. Tak terasa batas waktu yang kau minta sudah hampir temui akhirnya. Aku khawatir kau tak dapat melakukannya. Menyakiti dia yang selama ini telah juga menjadi bagian hidupmu, mengisi hari-harimu meski dalam sebuah jeda karena jarak.

Aku ingin terlepas dari semua gundah ini. Aku ingin memulai kedamaian dalam hari-hariku, namun rasa cemburu itu mulai kembali sering mengusik kedamaianku. Terkadang membuat aku ragu kau akan tinggalkan dia, dengan semua pesan text yang kau kirimkan, yang terkadang aku baca dengan sengaja hanya untuk sekedar mengetahui apa yang ada di benakmu. Dan dari pesan-pesan itu aku semakin mengerti bahwa kau masih mencintainya.

Terkadang sejumput pertanyaan menghampiri benakku juga. Apa yang kurang dari aku, apa yang tidak pernah ku berikan untukmu? Hampir semua inginmu aku penuhi. Ke mana dia saat kau kehilangan pekerjaanmu karena menjaga nama baik ayahnya dan tak mau mengecewakan dia? Tapi pikiran itu aku buang jauh-jauh. Aku melakukan semua itu karena aku mencintaimu dengan tulus. Aku melakukan itu semua karena aku tak mau melihat orang yang aku sayangi menderita. Aku hanya ingin kau bahagia. Seandainya kau akan pergi meninggalkanku pun akan aku terima, jika itu buatmu bahagia. Jika dia mampu buatmu bahagia, aku akan melepasmu dengan senyuman dan sebaris doa semoga kau bahagia.

Aku ingin hidup dalam kedamaian, dan kau sungguh tahu itu. Aku melepas semuanya demi satu damai. Untuk satu ketenangan hidup aku berani melepas semua yang aku miliki. Bahkan hampir saja aku memberikan semua rasa yang aku miliki pada sang dingin yang akan membekukan hatiku selamanya. Pernah pada satu titik aku berniat mematikan seluruh perasaanku. Tak ada lagi cinta, kasih, sayang, rindu bahkan benci. Otakku sudah kukunci rapat dari apa yang namanya perasaan. Perasaan hanya membuat sesak. Perasaan hanya membuat harap yang seringkali berujung kecewa. Dan kekecewaan hanya akan membuatku tersakiti. Lagi dan lagi. Hingga akhirnya menerbitkan bulir bening diujung mataku yang tak jarang berujung anak sungai kecil.

Aku merasa lemah kala itu semua terjadi, dan aku benci merasa lemah. Aku harus selalu kuat, setidaknya untuk melindungi diriku sendiri. Tapi kali ini aku gagal melindungi diriku sendiri. Aku menunduk lemah. Aku ketakutan seperti anak kecil yang tersesat di jalanan yang sama sekali asing baginya. I am fragile. Aku lemah karena aku takut kepastian yang pernah kau janjikan itu tak pernah ada.

Aku berusaha menegarkan diri berulang kali. Aku berusaha berkata tak mengapa jika kau pergi. Tapi itu semua ternyata menghancurkan aku perlahan. Aku tak sanggup jika harus kehilanganmu. Jaring-jaring itu telah mengikatku erat. Tak sedikitpun bisa kulepas, bahkan untuk sedikit kuregangkan pun sudah terlambat.

Aku terjebak dalam euforiaku.
Dan kini, kembali aku menunduk sendiri dalam aliran anak sungai yang perlahan terbentuk dari sudut mataku. Aku ingin kau di sini.. tidak kah kau tahu? Aku inginkan damai.. damai yang selalu ku dapatkan hanya dengan melihat senyummu. Damai yang ku rasa setiap kali aku bersamamu. Aku inginkan damai..

*AKU HILANG BENTUK*

12.21.2009

"nomor yang anda tuju sedang sibuk"

"nomor yang anda tuju sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi!"

lima menit kemudian..

"nomor yang anda tuju sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi!"

sepuluh menit kemudian..

"nomor yang anda tuju sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi!"

Jari-jari itu mulai menari lincah diatas tuts handphonenya. "msh nlp ya? Mau pulang jam brp?" akhirnya sebuah sms dikirimkan. Lima menit kemudian, sepuluh menit kemudian masih tak ada balasan. Sosok kecil itu mulai gelisah. Ujung matanya sebentar-sebentar melirik ke arah jam dinding di dekat pintu kamarnya.

Sudah hampir satu jam, ia kembali menekan tombol redial di handphonenya.

"nomor yang anda tuju sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi!"

Huuffth.. masih juga. Entah apa yang sedang mereka bicarakan di telfon. Ia berusaha untuk tenang, tapi tak urung pikirannya gelisah. Ia tahu dengan siapa lelaki itu berbicara. Ada sedikit rasa cemburu yang mengusik hatinya, tapi ia tahu tak ada yang bisa ia lakukan. Sayang, tak ada yang bisa menahan jari-jarinya untuk kembali bermain di atas tuts handphonenya. "hmmmm.." bukan sebuah kata, hanya sebuah ekspresi yang ia kirimkan melalui sms.

Sepuluh menit kemudian.. masih belum ada balasan atas sms-smsnya. Dua puluh menit kemudian..

"nomor yang anda tuju sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi!"

Ia mulai sedikit terusik. Kesal mulai datang tapi kemudian luruh saat matanya tertuju pada layar laptop yang menyala sedari tadi. Ada foto lelaki itu di sana. Lelaki yang selalu ia nantikan kedatangannya. Lelaki yang selalu membuatnya merasa nyaman hanya dengan berada di dekatnya. Lelaki yang selalu ia rindukan senyumnya. Dan ia pun tersenyum. Ia tahu lelaki itu akan datang. Ia akan kembali kepadanya.

Handphonenya menyala. Sebuah sms dari sang lelaki. "Sebentar lagi juga ayah pulang, Yang. Bunda jangan manyun ya.."

Akhirnya.. lelaki itu akan datang, dan itu telah meluruhkan semua kesal dan cemburunya. Dia akan pulang, dan itu cukup untuknya. Penantian panjang itu sepertinya tak lagi menjadi masalah.

Well, begitulah cinta. Hanya dengan melihat sebuah senyuman meski hanya dalam sebuah foto, semua lelah dan kesal sepertinya luruh seketika..
begitulah cinta.. ia akan dengan mudah memaafkan meski tlah menoreh luka berkali-kali..
the power of love..

*aku hilang bentuk*

untukmu lelakiku


lelakiku..
apakah kau baik saja?
setelah habis terkuras seluruh tenagamu
keringat dingin yang tak kuasa kau tahan
mengalir perlahan di pelipismu..


lelakiku..
kaupun hanya manusia biasa
yang terkadang jatuh sakit
ada saat kau harus menyerah..

lelakiku..
ini bukan tentang sakit di tubuhmu
tapi jauh lebih dalam..
ini tentang sakit di lubuk jiwamu
sakit yang tertoreh karena rasa


lelakiku..
aku tak ingin menjadi beban..
jika ada yang harus tersakiti
maka biarlah aku yang menanggung..

lelakiku..
aku hanya inginkan kau bahagia..
tak ingin ada mega mendung di matamu
tak ingin kau melangkah perlahan
menuju lembah kematian..

lelakiku..
aku tak ingin manjadi malaikat mautmu

yang harus menuntunmu pergi

kedalam bayangan kematian..

lelakiku..
biarkan aku menjadi malaikat pelindungmu
yang kan selalu menaungimu
dengan harap
dan kebahagiaan..
memberimu kenyamanan dan kedamaian..
temani harimu dalam ketenangan..

lelakiku..
aku kan tetap di sini..
bertahan dengan rasaku..
memberi nyata yang bisa ku beri..


lelakiku..
aku mencintamu dan akan selalu begitu..
hanya itu yang perlu kau tau..
kau selamanya lelakiku..
walau kau tak bersamaku..

*aku hilang bentuk*

lomba dunia maya -- antara kata, nyata dan ketidakpastian

Untaian kata yang biasa ku rangkai tak lagi bisa mengalir. Sudah terlalu banyak kata yang terucap dalam nyata dan sebanyak itu pula senyum dan tangisku terurai. Semua kisah yang kita jalani dalam keanomalian, sedikit demi sedikit mengurai rasa. Entah apa maksud sang waktu pertemukan kita saat semuanya ada dalam ketidakpastian. Tak pernah ada yang pasti bahkan hingga saat 'dia' mengetuk bathinmu jauh sebelum aku mengetahui 'dia' ada.

Tak ada lagi rangkaian kata indah yang biasa kau tulis untukku. Entah via sms, inbox di e-mailku via akun mailmu yang kau pakai hanya untuk mengirim e-mail padaku atau dalam blog rahasiamu yang hanya segelintir orang yang tahu. Saat aku pertanyakan, kau hanya bilang' bukan tak lagi ada kata.. hanya ingin lebih memberimu nyata'. Nyata itu memang hadir.. terlebih setelah 'dia' mengusik sanubarimu, jauh sebelum aku tahu 'dia' ada. Nyata itu hadir walau masih dalam ketidakpastian yang sama.

Rangkaian kata itu seolah menguap seiring kebersamaan kita dalam nyata. Berkali aku mencoba mewakilkan apa yang ada di benak ini dengan mengutip lirik lagu yang belakangan sering sekali mendendang di otakku, aku kirimkan via e-mail dan entah mengapa aku merasa e-mail itu hanya berakhir di kotak 'trash' mu.Berkali kau bilang kau mencoba merangkai kembali kata-katamu, tapi akhirnya dengan satu tekan pada tombol delete di tuts keyboardmu, kata-kata itu kembali hilang tak berjejak. Kata sepertinya tak lagi bermakna dalam tulisan. Kini kata lebih berarti dalam ucapan.. dalam nyata walau dengan ketidakpastian.

Kau dan aku sama. Berusaha merangkai kata untuk menjadi nyata hingga terlahir sebuah kepastian. Tapi lagi-lagi keadaan mengaburkan semuanya. Tak lagi ada kata, hanya ada nyata dalam ketidakpastian.

Tapi di antara kata, nyata dan ketidakpastian yang telah terangkai dan hadir, aku berharap masih ada satu harap yang bisa tersulam. Semoga suatu saat kepastian itu ada menghias indah hari-hari yang akan kita jalani..

*bahkan di saat seperti ini pun rangkaian kata yang ku buat terasa janggal.. tak beraturan dan aneh..
aku hilang bentuk*

12.17.2009

Taken from Kahlil Gibran

CINTA yang AGUNG
adalah ketika kamu menitikan air mata
dan masih peduli terhadapnya...
adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan masih
menunggunya dengan setia....
adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata
"aku turut berbahagia untukmu"

Apabila cinta tidak berhasil....
Bebaskan dirimu...
biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas lagi....
ingatlah... bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya....
tapi.. ketika cinta itu mati kamu TIDAK perlu mati bersamanya......

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang....
MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh....

11.29.2009

if u really care..

if you really care
u will already be here by now..
not tomorrow or even the day after..

if you really care
you will somehow find a way
to reach me or even better to see me..

if you really care
you wouldn't walk away in the first place
you will just stay here beside me without hesitation..

if you really care
you wouldn't care of anything else
but me and only me..

if you really care
there won't be a thousand reason
to leave me behind in solitude

if you really care
you will try your best not to hurt me
you will guard me with all your heart and soul

if you really care
you wouldn't even wanna see me cry
and you'll try your best not to let my tears fall

if you really care
you could just hurry home
and find me here..

now.. not tomorrow or the day after..
if u could just care..

satu kita - sebuah puisi yang tak pernah mendapat balasan

masih teringat jelas setiap detik yang terlalui kala itu..
saat nafas bercampur menjadi satu dalam irama
dan keringat berbaur menjadi satu aliran..
aku dan kamu tlah menjadi satu dalam raga..

tak akan ada malam seperti itu..
saat otak membeku dan tak sisakan
ruang untukku sejenak berpikir..

semua terlalu indah..
di balik setiap desah nafas yang tercipta
diantara selingan tawa yang menyeruak..

aku mencintaimu dengan semua perih yang ada..
aku menyayangimu dengan semua tawa yang hadir..
dan selalu akan begitu..

aku merindukanmu dalam setiap detik yang terlalui..
dan akan selalu merindukanmu..
dari semua kisah yang tlah hadir di antara kita..

11.26.2009

beri aku arti..

Aku merasa seperti sebuah beban..
aku adalah beban yang harus kau tanggung
aku adalah rintangan yang halangi
setiap kaki-kaki yang melangkah masuk
lalu putuskan tuk pergi..
namun tak kuasa tuk ucap pisah..
hingga akhirnya bertahan
dan menunggu tuk ku akhiri..

mengapa harus aku yang putuskan?
tuk hindarkan rasa bersalah?
atau agungkan ego yang kalian miliki?
mengapa harus aku yang putuskan
tuk kembali melangkah pergi?

lalu mengapa setiap kali
saat akan kulangkahkan kaki ini
kalian menebar jaring
yang menahanku pergi..

aku lelah dengan kesakitanku..
aku lelah dengan kelemahanku..

jika aku menjadi beban kalian
biarkan aku melangkah pergi
berlalu menjemput sendiriku
jangan lagi pedulikan aku

aku manusia yang juga punya rasa
jangan jadikan aku persinggahan sementara
aku ingin menjadi sebuah rumah..
bukan sebuah penginapan..

beri aku arti jika tak ingin aku pergi..

11.22.2009

untukMu Tuhan..

Tuhan..
jika aku masih boleh meminta
stelah apa yang selama ini aku lakukan..
semua dosa yang ku lakukan dalam sadar..
aku hanya ingin meminta satu keajaiban kecil..

Tuhan..
jika aku masih boleh memohon
saat apa yang ku lakukan dengan sadar
hanya membuat aku semakin kotor di hadapMu
aku harapkan satu kebahagiaan nyata


Tuhan..
meski tak lagi pantas aku bersimpuh di hadapMu
dan aku mulai hampir kehilangan akal sehatku
aku masih inginkan satu keajaiban

Tuhan..
beri aku satu keajaiban tuk bahagiaku
tuk temani sepi hari-hariku..

Tuhan..
beri aku seorang malaikat kecil..
yang hadir karena cinta yang terlahir
dalam rahim ketidak berdayaan..

Meski salah..
biarkan ia hadir di dunia ini..
tuk luruskan jalanku..
tuk menjadi cahaya hatiku..
temani hari-hari sepiku..
tuk sekedar beriku kekuatan..
dan arti untuk tetap hidup..
dan bertahan di sini..

11.17.2009

lelah, hening dan semangkuk tawa tuk esok..

Kamu tahu.. setiap kali lelah datang, aku hanya bisa terduduk dalam diam sambil berharap keheningan dapat membawa pergi lelahku jauh-jauh. Tapi keheningan ternyata hanya membuatku terduduk dan tertunduk semakin dalam,membiarkan aliran sungai kecil mengalir diantara batang hidungku. Seperti kali ini, saat semua menderaku dengan tatapan kecewa, dengan mimik penuh keraguan, dan wajah-wajah dingin yang sungguh tak dapat ditebak dan akhirnya mempertanyakan apa yang akan ku lakukan nanti. Aku lelah. Aku lelah harus menjelaskan dan meyakinkan mereka satu per satu bahwa ini adalah jalan yang aku ambil. Ini adalah pilihanku dan untuk pertama kalinya aku sungguh merasa yakin ini adalah jalan yang terbaik.

Kamu tahu.. aku lelah harus menjelaskan. Semakin aku berusaha keras menjelaskan mereka malah semakin menyangsikan aku. Akhirnya aku menyerah, tak ada yang perlu aku jelaskan. Aku akan membiarkan mereka berkutat dengan pikirannya masing-masing. Silahkan, kalian bebas menilai. Silahkan, ungkapkan apa yang ada di pikiran kalian. Katakan pada orang-orang di sekitar kalian tentang apa yang kalian pikirkan. Aku tak lagi perduli..

Tapi apa kamu tahu? Aku hanya seorang manusia biasa yang juga memiliki rasa takut. Aku takut apa yang mereka pikirkan berubah menjadi nyata. Aku takut suatu hari nanti aku tak lagi sanggup menantang tatapan dingin mereka. Dan aku lelah merasa takut.

Kamu tahu.. aku sedang mencoba untuk lebih berani. Berani menghadapi hari esok. Berani menghadapi dunia dengan segala keangkuhannya. Berani untuk menghadapi diriku sendiri dengan segala egonya.

Aku sudah lebih berani. Sekarang atau nanti tak akan ada bedanya. Matahari akan tetap bersinar esok hari. Hujan kan tetap turun jika sudah saatnya, mendung ataupun tidak. Waktu akan terus berlalu tanpa terasa. Dan aku akan terus melangkah ke depan.

Sekarang atau nanti, lelah kan tetap ada. Sekarang atau nanti tetap harus hadapi. Dan kamu tahu? Mungkin ada seseorang di sana yang kan selalu ada tuk membasuh lelahku, walau tak akan ku cari. Kan kubiarkan ia yang menemukanku dan menemaniku dalam hening. Tapi saat itu, semoga tak akan ada aliran sungai kecil yang mengalir. Semoga hanya akan ada mentari yang bersinar cerah di kedua pelupuk mataku dan semangkuk tawa yang temani heningku.

Jadi biarkan aku menunduk semakin dalam kali ini dan membiarkan aliran sungai kecil itu mengalir dalam heningku. Agar tumpah semua lelah ini, hingga tak bersisa tuk esok hari. Semoga esok mentari kan bersinar lebih hangat, agar meluluhkan wajah-wajah dingin di hadapanku.

11.04.2009

terbagi dua

aku tak pernah tau hatimu sebenarnya tuk siapa..
apa mungkin satu hati dapat terbagi dua dengan sempurna?
apa bisa satu rindu menjadi dua rindu karena terbagi?
lalu dimana keutuhan??
adakah keutuhan di dunia ini bila hati saja bisa terbagi dua?
adakah ketulusan jika ketulusan itu bukan hanya tuk satu insan?
apa benar ada dua rindu dalam jeda yang sangat singkat?
dua rindu yang hanya terpaut patokan jam?
begitu mudahnya kah pikiran terbagi dua
dalam rentang waktu yang nyaris bersamaan?
aku di satu sisi dan dia di sisi lain..
atau mungkin aku yang terlalu naif?
mengharapkan ketulusan..
meski tau tak pantas dapatkan..
aku yang terlalu bodoh karna tak bisa membagi hati
dan hanya miliki satu rindu..
satu rindu yang mungkin tak semestinya terlahir..

10.31.2009

diantara kata yg terangkai..

di senja itu aku sungguh merindukan gurat katanya..
hingga terukir sebuah bait kerinduan tentang kata :

tak lagi kutemukan gurat indah dalam serangkaian kata
tak lagi ada balasan tuk untaian kata yang kurangkai
mungkin tak perlu lagi ada kata atau tak ada lagi kata
yang mampu ungkap semua apa yang tlah terjalin
dalam hari-hari kita..
rasa yang tumbuh perlahan
dalam rahim ketidakberdayaan..
seperti katamu..

lalu kau seperti tergerak tuk beri penjelasan..
dalam rangkaian kata yang kau ukir :

bukan tak ada lagi kata yang dapat wakili semua rasa
yang tlah ada di hari-hari kita..
namun semua kini perlahan terwujud
dalam setiap sentuh dan tatapan yang nyata..
di sela-sela sunyi nya malam..
di indah nya pagi yang menyapa...
kini ku mencoba mempesona mu dalam nyata...
tak hanya dalam kata...
karena kata tlah pernah melukai hatimu begitu dalam..
menyayatmu... hingga kau enggan tuk menjejak ke dunia...

hanya mencoba memberi lebih nyata
dalam setiap detik kebersamaan
meski terkadang tak dapat semua detik itu
tertangkap dalam alam sadar..
dalam imagi dan memori kita bersama..

meski terkadang waktu tak dapat berkompromi
tuk slalu dapat hadirkan nuansa indah
di hari hari nyatamu..

Terima kasih cinta..
tuk nyata yang berusaha kau hadirkan
dalam sepinya hari-hariku..
tuk sedikit asa yang tertumbuh
perlahan dalam nyata
di malam-malam yang kita lalui..
dan dalam hangatnya pagi bersamamu..
untuk setiap keajaiban dalam senyuman
dan tawa yang terangkai..
Terima kasih cinta..
untuk indah kisah yang terjalin
dalam kebersamaan yang nyata..
tak lagi ada ragu..
hanya cemburu sedikit hiasi rasa..
karena aku terlalu mencinta..

10.29.2009

terlalu merindukanmu..

ada lubang kosong menganga di hatiku
membentang seolah memberi jarak antara kita
namun ingatan ini tak pernah lepas darimu
bahkan tidak sedetikpun..
aku sangat merindukanmu
tapi mengapa waktu terlalu lambat berdetak
dan raga ini harus tertahan di sini
padahal jiwaku tak lagi bersamanya
ada hampa yang tertinggal saat kau tak ada
jiwaku kosong..
aku seperti sedang mengkhianatimu
dan aku terluka karenanya..
meski berulang kau bilang kau kan baik baik saja
hatiku tak sanggup menerima dera ini
aku ingin semua segera berlalu
tak lagi sanggup ku pakai topeng ini..
terlalu berat tuk ku kenakan..
aku ingin berlari kepelukmu.
rasakan kembali hangat itu..
jiwaku tlah bermuara di hatimu..
meski hati itu bukan milikku seutuhnya..

Pangeran kata-kata dan ksatria nguik..


kali ini tak ada yang bisa hentikan detak sang waktu
ia dengan angkuhnya telah berjalan di antara kita
pisahkan kita tuk sementara..

meski rindu ini sempat tertumpah
namun rindu lain hadir mengisi setiap pelosok jiwa
lebih hebat.. lebih nyata.. bahkan lebih dahsyat..

tak ingin rasanya genggam ini terlepas
ingin rasanya jemari ini trus berlari
di setiap helaian rambutmu
menari di setiap sudut pori-porimu

aku ingin waktu mengkristal saat itu
kala kubenamkan segala resahku di dadamu
saat kecupan hangat itu tercipta...

namun waktu berlalu begitu angkuh
ia sungguh tergesa..
tak sedikitpun mau melambat..

mengapa terpisah sesaat
kini menjadi sangat berat?
terlalu menyesakkan..

aku masih ingin memelukmu lebih lama
aku masih ingin terbenam dalam dekapmu
aku masih ingin melayang karna kecup hangatmu
aku masih butuh genggaman tanganmu tuk beriku kekuatan

jangan lupakan aku seperti aku kan slalu mengingatmu
jangan ada mendung di matamu karna aku kan berusaha tuk tegar

ksatria nguikmu ini kan coba tuk tetap tangguh
kan selalu bertahan kembangkan senyum ini
ksatria nguikmu yang rapuh ini kan selalu rindukanmu..
pangeran kata-kata dari negeri imagi..

hentikan waktu sesaat

jika saja waktu dapat ku hentikan
atau setidaknya ku kendalikan
tak kan kubiarkan ia berada di antara kita
tak kan ku relakan ia tuk pisahkan kita
meski hanya sesaat..

kamu tau?
setiap detik bersamamu adalah kebahagiaan
setiap binar di matamu adalah nafas hidupku
setiap sentuh yang tercipta adalah kekuatanku

ijinkan aku tuk sedikit berharap kali ini..
aku ingin binar itu tetap ada
aku ingin pendar hangat itu kan slalu di sana
tanpa harus tersaput kabut mendung..

aku kan terus bertahan di sini
hingga dapat ku temui kamu lagi
dan lepas semua rindu yang tertahan

10.15.2009

satu cemburu

tak bisa ku ingkari perih itu
merambat perlahan dalam nadi-nadiku
kala ku lihat kau bersanding dengannya
begitu dekat dan hangat..

tak kuasa tuk hindarinya..
meski hanya sekilas
namun tetap membekas

tapi tak mengapa..
mungkin inilah cinta..
yang terbalut cemburu..

entah kapan kan berakhir indah..
akankah ada akhir yang indah?
untuk sebuah cinta yang telah bersemi
demi rindu yang tak lagi kan berjeda?

apapun itu..
aku kan tetap di sini..
mencintaimu..
dengan kesederhanaan cintaku..
dengan keutuhan hatiku
dan sepenuh jiwaku..

berharap mungkin nanti..
kan dapat kumiliki hatimu
utuh..

10.13.2009

aku ada

aku ingin kau menjejak..
tak lagi melayang tak bertumpu
aku kan tetap ada di sini..
hingga nanti kau memilih tuk pergi..

menjejaklah..
karna aku kan slalu ada
temani mu dalam setiap langkahmu
dalam temaram malam-malammu..

aku ada.. dan selalu kan ada..

4 u!

ku tergetar kala kurasakan getar di punggungmu
kau memelukku terlalu erat hingga aku tak bisa bernafas..
sebegitu besarkah penyesalanmu tinggalkan aku..

aku kecewa..
tapi aku tak ingin ada tangis
tidak di wajahmu.. tidak di harimu..
cukup aku saja..

kan ku coba semampuku
hangatkan kembali malammu..
berimu damai yang kau minta..

sebuah retorika

kau kira semua ini mudah?
aku menemukanmu dalam gelap..
tapi kini aku harus juga kehilanganmu
dalam kegelapan yang sama..

jika semua benar..
mengapa kau harus pergi?
membiarkanku kembali terjatuh
dalam jurang yang sama..

betapapun aku memohon..
semua seperti tak berarti..

apa aku hanya sebuah pegangan?
yang bisa kau lepas begitu saja
saat kau temukan pegangan yang lain?

jiwaku tlah lebih dulu hilang
di detik kau memutuskan tuk pergi..
hatiku tlah lebih dulu hampa
saat kau putuskan tuk memilihnya..

jiwaku mati perlahan..

10.03.2009

semua tak kan pernah ada jawabnya
satu persatu keyakinanku luruh
terlalu lelah..
terlalu banyak dusta..

9.27.2009

bimbang di titian rindu

entah apa yang harus ku percaya
apa yang ku lihat dan ku dengar
atau apa yang kurasakan..
semua terlalu bertentangan
tak ada yang sejalan..
apa yang kau katakan..
apa yang ku baca dan ku lihat
semua membaur dan mengabur..
terbitkan bimbang di titian rindu..
hingga akhirnya aku sadarkan diriku
terlalu sulit tuk menggapaimu..
harapkanmu berikan hatimu utuh..
mungkin hanya akan ada dalam imagi..
seperti selama ini..
dalam dunia imagi yang kitabagi..
mungkin tak kan pernah jadi nyata..
dan tak akan ada akhir yang indah..
seperti inginku..

9.21.2009

rinduku malam ini

malam terlalu hening kali ini..
dan aku hanya termenung di sini
menatap awan kelabu yang berarak
di tengah langit malam pekat
tak ada yang menarik
selain bayanganmu
yang bermain di benakku
sedang apakah kau di sana?
adakah kau mengingatku
setiap kali kau memeluknya?
adakah kau rindukanku
saat kau kecup mesra bibirnya?
dan aku hanya bisa tersenyum
dalam kesendirianku saat ini..
berharap waktu dapat ku ringkas
berharap jarak tak lagi membentang..
dalam sepi ini aku merindukanmu..

9.12.2009

F**K

aku merangkai kata dalam jeda waktu
tuk tumpahkan semua rinduku padamu
kususun kata demi kata sepenuh hatiku
kutuang rasa dalam setiap guratnya..
tak kusangka sedikitpun kau lakukan itu
merangkai ulang kata-kataku
tuk tumpahkan rindumu padanya..
aku terluka..
aku kecewa..
aku tersakiti oleh kata-kataku sendiri
hal terkejam yang pernah kau lakukan
bukan hanya sekali..

9.03.2009

not a perfect love

cintaku bukan cinta yang sempurna
yang mampu penuhi seluruh relung hatimu
hangatkan setiap dinding di pelosok jiwamu

cintaku bukan cinta yang sempurna
yang bisa menopang semua beban hidupmu
ia pincang karena hanya mampu
menjadi sebelah kakimu..

cintaku memang bukan cinta yang sempurna
yang mampu berimu kedamaian dalam setiap asa
ia cacat karena tak lagi pernah mampu ber-asa

cintaku mungkin tak kan pernah jadi sempurna
karena ia masih sering terbakar cemburu
dan tak jarang buatmu kesal..

tapi cintaku utuh dalam ketidak sempurnaannya
walau kadang tergurat luka dan kecewa
cintaku tetap utuh dalam setiap kepincangannya..

aku menyayangimu dengan kesempurnaan caraku
dengan ketulusan dan keutuhan..
hanya itu yang aku bisa..
hanya itu yang mampu ku beri..

8.25.2009

bias

tak ada lagi konsep ruang dan waktu
semua tlah terbiaskan bagiku
semua waktu yang terlalui
segala tawa dan tangis
dan semua rasa yang tlah hadir
semua tlah jadi nyata
yang temani hariku
aku sayangimu
aku juga cintaimu
meski aku bukan lenteramu
dan langkahmu tak tertuju tuk aku
aku kan tetap di sini
meski hanya persinggahan sementara
aku kan tetap di sini.. ada untukmu..

8.22.2009

kebohongan

kamu tau.. kadang aku membencimu
tapi juga membenci diriku sendiri
aku benci kamu karena tau kamu bohong
aku membenci diriku karena bodoh
tak bisa buktikan kamu bohong
kita sama- sama pembohong ulung
tapi mengapa harus kamu bohongi aku?
tak perlu lagi berkelit cari alasan
jujur sajalah.. aku kan mengerti
kita boleh bohongi dunia
tapi tak boleh ada kebohongan lain
yang terselip antara kita..
cukup mereka yang kita bohongi..
bukan aku atau kamu..

yang tak pernah kau tau

kau tak pernah tau aku tau
dan kadang aku benci aku tau
seringkali merasa bodoh karenanya
mengetahui apa yang tak seharusnya
apa yang kau miliki untuknya
semua rasa yang mungkin tak pernah
kan bisa aku tandingi..
sebuah masa depan..
yang terlampau sulit ku miliki
bahkan hanya untuk sekedar asa..
dan aku kembali berdamai dengan waktu

8.10.2009

cinta kamu

meski terkadang aku kecewa
walau ada kalanya aku terluka
hingga timbulkan sedikit lelah
terbitkan gundah dan ragu
namun hatiku tak pernah berubah
ada saat aku merasa ingin buta
tak perlu membaca gurat kata
atau melihat kenyataan yang ada
menggores perih karna cemburu
coba lalui dengan berlari tuk hindari
tapi hatiku tak pernah tidur
ia selalu berdetak meski perlahan
mendetakkan setiap hembus cinta
yang hanya untukmu..
tak mampu hapus semua rasa
walau tangis kembali berulang
aku terlalu menyayangimu
aku sungguh sayangimu
dalam tawa dan tangisku..
terlebih saat ku rasa detak di dadamu
semoga detak itu hanya milikku..

8.06.2009

bulan dan bintang malam ini

bulan tampak sangat sempurna malam ini
bulat kuning keemasan pancarkan indahnya
ditemani satu bintang terang yang setia
dampingi dengan sedikit sinar hangatnya
tapi langitku tetap kelabu
bahkan semakin memburam semu
tak ada sang bintang temaniku
hanya ada belati tajam berbentuk kata
menusuk hati yang sedang ku pulihkan
benar adanya hariku tengah diuji
sabarku dapatkan tempaan luka
semoga kan ada indah setelah perih
seperti indahnya malam ini
kala sang bulan
hanya di temani satu bintang..

goresan luka hari ini

aku mencoba butakan mata
tak membaca apa yang terjadi
meniti langkah demi langkah
dengan sedikit sisa asaku
tuk bisa kembali seperti semula
tapi hatiku masih mampu melihat
hatiku belum mati dan tidak tidur
ia masih bisa merasa perih
saat tertoreh sedikit luka
luka karena terlalu merindu
luka karena terlalu mencinta
namun terkapar tertusuk kata
kembali tertampar nyata..


== terlalu banyak goresan kata luka hari ini
== terlalu banyak air mata terurai hari ini
== aku harus bangkit
== aku harus kuat
== aku harus mengerti

too hard

it's too hard for me too breath,
when I try to fix everything
all I get is just another tears..
I can't keep trying to fix it alone..
is it so hard to keep my heart safe?
Am I asking too much
if I ask u to be careful with my heart?

sabar dan mengerti

seberapa besarkah kesabaranku harus diuji?
saat aku meniti langkahku perlahan
menyeret perih yang perlahan kian menyiksa
punguti sedikit demi sedikit sisa kekuatanku
pertahananku luruh sudah berkeping-keping
aku tak lagi sanggup menahan tangis ini
terlalu menyesakkan untukku bernafas
sedikit permintaan tuk sekedar jaga hati ini
ternyata itu pun tak mudah..
saat aku mencoba bertahan sendiri
kala ku coba perbaiki semuanya..
yang kudapat hanya luka lain..
aku tak sanggup berjalan sendiri..
tuk pertahankan ini semua..
terlalu lelah aku mengerti..
seberapa besar kesabaran
yang harus aku tunjukan
?
tuk buat kau mengerti..
aku mencintaimu..

lagi lagi aku yang harus mengerti..

I need U

why is it so hard for me to breath
when I couldn't see you?
why can't I hold this tears from falling
when I couldn't find you here?
my hands are shaking
my heart is aching..
I need you here..
that's the thing I just can't say..
and once more..
I just break down and cry..

gundah

aku mencoba bertahan pahami keadaan
namun tak semudah yang kukira
menahan semua rasa agar tak terucap
khawatir kata kan hanya jadi beban
aku mencoba berteman dengan waktu
berharap kan bisa kurangi kecewa
atau luka yang tlah terlalu sering mengiris
tapi tetap tak mudah..

rindu ini mencabik perlahan
meski ku coba tuk berlari
tapi rasa tak bisa sembunyi
ia tak pernah sedikitpun tertidur
rasa itu tetap ada..
semua cinta dan rindu
yang hanya untukmu..
tak sedikitpun pernah berubah..

walau kini tak lagi banyak kata yang ku ucap
pengharapan ataupun kerinduan..
semua tetap ada.. tersimpan dalam hati..
tanpa sanggup terucap..
aku ingin kau mengerti..
aku tlah mencoba..

waiting

I've promised I'll get better
will understand you more
won't show you the tears
not to push you too much
I'll just go with the flow
do whatever you want
Been trying to hold this
all the feelings of longing
how I really want to see you
but I just can't say it..
I don't want to say
scare it will only hurt me
coz I know it's getting hard
even to see you for a while
I'll just wait.. I'll wait for the time
that you will come to see me..
no more hopes
coz what hope can bring
is only dissapointment..
just like any other day..
so I'll keep waiting..
don't know for how long..

8.03.2009

"sekali berarti sudah itu mati"

tak mudah sembunyikan kecewa
terlalu sulit tuk telan semua
saat kata menguap bagai embun
semua memudar perlahan
satu ingkar menoreh luka
memberi satu keyakinan yang lain
sebuah pembuktian yang terkuak
meski kau tak sadari..
aku tetap bukan siapa siapa
yang layak dipertahankan
'sekali berarti sudah itu mati'
mungkin itu ungkapan yang tepat..
tlah ku coba hapus luka ini
namun tangis ini tak juga reda..
setelah semua yang terlalui
aku kembali terluka..
dan tak sanggup berkata..

8.02.2009

kesedihan Zahra

Di sebuah ruang kamar kecil tempat ia beristirahat, Zahra kini terlihat menelungkup, menenggelamkan wajahnya diantara tumpukan bantal dan guling yang selalu temani malam-malamnya. Sesekali terlihat bahunya berguncang. Lalu terdengar suara isak tertahan. Malam ini Zahra menangis.

Sudah hampir delapan bulan lamanya Zahra menjalin kisah dengan Yudhi, tapi tak pernah ada yang tahu. Tidak satu orang pun. Hanya ia dan Yudhi yang tahu. Tak boleh ada yang tahu. Ini kisah cinta rahasia, karena cinta mereka terlarang. Tak akan pernah ada yang menyetujui kisah mereka. Tidak akan ada yang mampu memahami apa yang terjalin di antara mereka. Mereka telah sama-sama memiliki kisah lain yang terlanjur terjalin. Janji sehidup semati yang telah terucapkan untuk orang lain. Selain itu mereka pun terganjal perbedaan usia yang cukup jauh. Yudhi berusia beberapa tahun lebih muda dari Zahra. Dan bagi sebagian orang hal tersebut akan menjadi sebuah pemikiran.

Tapi bagi mereka berdua, semua itu tak berarti apa-apa. Mereka saling melengkapi satu sama lain. Mereka saling membutuhkan satu sama lain. Jiwa mereka satu, meski cinta mereka terbagi. Mereka saling mencintai, meski tahu akan ada banyak aral yang melintang di hadapan mereka. Mereka pun sadar, masa depan bersama hanya akan terjadi jika ada keajaiban. Yang mereka miliki hanya saat-saat kebersamaan yang selama ini telah terlewati, dan saat ini... entah esok, lusa atau pun nanti. Atau setidaknya itu yang Zahra rasakan.

Selama delapan bulan kebersamaan mereka, telah banyak yang Zahra lalui. Kebahagiaan, kenyamanan, ketenangan, tawa, kesedihan, kecemburuan, kekecewaan, tangis, semua pernah ia lewati.

Seperti malam ini. Zahra terluka, ia kecewa karena Yudhi telah mengingkari janjinya. Dua minggu yang lalu Yudhi berjanji akan mengantar Zahra untuk menghadiri satu acara malam ini, namun seminggu kemudian Yudhi berkata harus menemui Fany, kekasihnya yang tinggal di luar kota. Zahra kecewa, karena ia tahu Yudhi pasti akan lebih memilih membatalkan janji dengannya dari pada harus mengecewakan Fany.

"Harus ya? Tapi kan udah janji mau nganter Ara pergi, nanti Ara pergi sama siapa dong. Ara ga enak kalo ga datang. Lagian kan Ara juga ga sering minta ditemenin ke suatu acara. Sekali ini aja... please??" Zahra berusaha menahan kepergian Yudhi. Ia sungguh ingin sekali ini saja Yudhi mengutamakan dirinya, dan bukan Fany.

Yudhi hanya tersenyum. "Liat nanti ya. Yudhi usahain deh."

"Kalo acaranya ga malem sih, Ara juga bisa pergi sendiri. Tapi ini acaranya malam Yud, nanti Ara pulangnya gimana?"

"Iya sayang, nanti Yudhi usahakan ya."

Sepertinya percuma saja Zahra menahannya, toh Yudhi pasti akan tetap pergi juga, dan akhirnya harus ia lagi yang mengalah. Dan benar saja, malam itu Yudhi memberitahu nya bahwa esok pagi ia akan pergi.

"Ya udah kalau emang harus pergi ya Ara bisa apa. Tapi boleh ga Ara minta satu hal aja." Zahra berusaha menahan air matanya agar tak tumpah. Ini sangat menyesakkan baginya meskipun ini bukan yang pertama kalinya terjadi.

"Minta apa, Yang?", Yudhi berkata sambil menatap Zahra yang menundukkan kepalanya dalam. Ia tahu kali ini lagi-lagi ia harus mengecewakan wanita yang telah mengisi hari-harinya dengan keindahan.

"Ara minta sekali ini aja, kalo bisa pulangnya lebih awal. Ara bener-bener ingin datang ke acara itu," Ara menghela nafas sejenak, lalu dengan berat ia melanjutkan, "tapi kalo ga bisa, ya udahlah ga apa-apa. Paling nanti Ara pergi sendiri, atau malah ga jadi pergi aja." Zahra menunduk semakin dalam, air matanya sudah hampir tak tertahankan, tapi ia tak mau Yudhi melihat kekecewaannya.

Yudhi terlihat bimbang, entah apa yang ada di benaknya saat itu. "Lihat nanti ya sayang, Yudhi usahakan deh kalo bisa." Kalimatnya terhenti sampai di situ. Zahra tahu ia pasti akan kecewa.

Zahra berusaha menguatkan diri saat keesokan harinya Yudhi pamit pergi untuk menemui Fany. Zahra masih menyimpan harap, semoga Yudhi akan segera pulang dan menepati janjinya. Satu malam terlalui. Zahra masih mampu melewatinya tanpa air mata. Hingga sore itu, detik berlalu sangat lambat. Zahra menunggu telponnya berdering, berharap Yudhi memberitahu nya ia sedang dalam perjalanan pulang. Tapi entah kenapa Zahra tahu telpon itu tak akan pernah berbunyi. Ia pun mengurungkan niat untuk bersiap-siap pergi. Sepertinya ia harus kembali melewatkan acara malam ini. Namun Zahra tetap menunggu, berharap ia akan segera mendengar suara Yudhi di ujung telpon sana.

Detik demi detik terus berlalu, sore beranjak Jingga. Jingga berubah kelam. Telpon itu tak juga berdering. Zahra akhirnya menyadari, Yudhi tidak akan datang malam ini. Yudhi tidak pulang malam ini. Zahra sangat kecewa. Apakah permintaannya terlalu berlebihan? Hanya sekali ini, tak bisakah Yudhi menepati janjinya dan tidak membuat ia menunggu. Padahal baru beberapa hari belakangan ini Zahra merasa bisa benar-benar mempercayainya. Mempercayai bahwa Yudhi ternyata benar-benar mencintainya. Baru beberapa hari ini, kebersamaannya bertabur kata cinta dan sayang, dan ia sangat bahagia.

Tapi malam ini air matanya kembali tertumpah. Ia tak sanggup menahan sedih dan kecewa ini. Tak ada kabar dari Yudhi, bahkan hanya sekedar sebuah sms yang mengabarkan ia tak bisa pulang hari ini. Selalu seperti ini, pikir Zahra. Tak sedetik pun ia bisa mengganggu waktu kebersamaan Yudhi dengan Fany. Sementara setiap kali bersamanya, ia harus merelakan waktunya tetap terbagi. Zahra harus tetap menyaksikan Yudhi membalas sms-sms yang Fany kirim, atau malah membiarkan Yudhi mengirim sms dengan alasan hanya untuk mengetahui keadaan Fany yang saat itu sedang sakit. Zahra selalu berusaha mengerti itu. Ia tak bisa apa-apa. Ia tak bisa mengeluh atau pun melarang karena ia tahu ia bukan siapa-siapa. Tak pernah ada ikatan khusus. yang ada hanya hati yang terjalin.

Zahra masih saja terisak. Ia tak sanggup menahan air matanya. Ia sangat kecewa. Andai semua tahu apa yang ada diantara ia dan Yudhi, ia tak perlu sembunyikan tangis ini. Ia bisa bebas meminta Yudhi untuk tidak pergi hari itu. Ia bisa bebas menanyakan keberadaan nya saat ini. Zahra lelah dengan diamnya. Ia ingin berteriak. Ia ingin seluruh dunia tahu bahwa ia mencintai Yudhi. Ia ingin menghabiskan sisa waktu hidupnya bersama Yudhi. Ia ingin memiliki dan dimiliki. Ia ingin diakui, ia ingin kepastian.

Tapi Zahra tahu itu tak mudah, bahkan hampir tak mungkin. Ia dan Yudhi hanya sebuah bayangan. Tak nyata, dan tak akan pernah jadi nyata. Dan kini ia hanya bisa menangis. Hanya itu yang bisa melepaskan sedikit sesak di dadanya.

Tak lama kemudian, ia bangkit menghampiri laptopnya. perlahan ia hidupkan laptop kesayangannya itu dan mulai menekan tombol-tombol huruf dihadapannya. Serangkaian kata muncul di layar putih itu.

ya sudahlah

ya sudahlah..
lagi lagi ya sudahlah
sebuah kata yang akhirnya terucap
sebagai penghibur atas kecewa ini
ya sudahlah..
hanya itu yang aku bisa..
tuk kuatkan hati ini
ya sudahlah..
aku kan coba pahami
apa yang tengah terjadi
hingga membuatmu urung
tuk penuhi janjimu..
ya sudahlah..
biar semua berlalu saja..
tak perlu lagi ada kata
atau janji yang harus kau penuhi..
ya sudahlah..
biar kulewati malam ini sendiri..
aku pasti kan bertahan..
ya sudahlah..
kan kubiarkan air mata ini mengalir
tapi hanya untuk malam ini saja..
tak akan ada tangis esok hari..

Ya, Zahra sudah memutuskan, cukup malam ini saja ia menangis. Karena semua pasti akan kembali terulang. Segala kebahagiaan, kesedihan, Tawa dan tangis, semua pasti akan berulang. Dan semua hanya karena satu hal. Ia terlalu mencintai Yudhi.


== saat kembali kecewa mengusik hati, berharap semoga esok kan ada tawa ==


8.01.2009

segurat pengharapan dalam gundah

terlalu sulit sembunyikan gundah
kala detik demi detik berlalu perlahan
coba kuatkan hati tuk sejenak
lepaskan kau melangkah pergi..
temui sisi mimpimu yang lain..
relakanmu sejenak berlalu
meski hati ini masih merindu..
berharap kau ucap sedikit kata
tuk hibur aku dalam gundahku
hingga sanggup ku lepasmu
dengan senyum yang slalu kau nantikan
beri aku sedikit kata penenang
kau kan segera pulang
dan tak kan ada yang berubah
tak kan juga cintamu berkurang..
karna aku kan terus menanti
menunggu sampai kau kembali..
menantimu dengan senyum
dan cinta serta rinduku..
cepatlah kembali ke pelukku..

teach me

Mom..
teach me how to survive..
through all the hurt I feel inside
teach me how to hide it..
teach me to be brave..
tell me how u didn't cry
on your weakest time
how could u didn't fall
when things got rough..
give me the secret
of your strength..
teach me how to be like you, Mom
who could still smiling
though your heart was aching..
how u could be so sincere
sharing the love one..
there never were any anger shown..
nor jealousy..
you're so tough that I wanna be like you..
you're the toughest woman I ever know
can I be like you.. as tough as you?
teach me, Mom
teach me how to be tough..
coz I feel so weak now..

ketidaksempurnaan cintaku

maafkan aku yang tak sempurna
tlah berani mencintaimu
dengan ketidaksempurnaan caraku
terkadang diseling emosi dan cemburu
bukan berarti aku meragukanmu
namun cinta ini terlalu dalam
hingga takut ia kau tinggalkan..
di senja dan dini hari selalu aku kau temani..
bercengkrama soal rindu di dada
namun tidak esok dan lusa..
terbayang sendiri di penghujung hari..
itu yang sesak kan nafasku kini
tapi aku kan tetap di sini menantimu..
menunggumu kembali ke pelukku..
lepas semua rindu yang masih milikmu..
aku kan tetap di sini..
sampai nanti kau tiba..

7.31.2009

rindumu dan rinduku

di suatu pagi yang dingin kau menulis:

rindu selaksa fajar
hangatkan hati saat pagi menyapa
membuat raga seakan terpaku
mencoba terus bayangkan senyum indah itu
menguncinya dalam ruang hati tuk senantiasa
teringat dan tak terlupakan..

rindu ini semakin kuat terasa
hingga terkadang hancurkan logika yang ada
tak perduli lagi wajar atau tidak
boleh atau tidak..

ingin temani dinginnya malam-malammu
dalam dekapan hangatku yang tak dapat
sering terasa..

rindu.. menghujam di setiap sendi tulang
tak memberi ruang tuk sedikit bernafas
atau pun berkilah

rindu tlah ambil sebagian besar hati dan otak ini..

===================================

sungguh rindu ini kian terasa setelah ku baca gurat katamu..
hingga tak sadar jari-jariku menekan huruf-huruf dalam keyboard
dan merangkai kata demi kata.. :

langit masih benderang
dengan bintang dan bulan bercengkrama
hiasi rindu yang menggantung antara dua hati
menunggu sang fajar tiba tuk sapa hati kita
hingga akhirnya tertumpah semua rasa
kita sudah lama hilang logika
yang tak pernah ku sangka,
rindu ini bisa sangat mengakar kuat
mencengkeram sisi hati hingga tersesak
tak sisakan ruang tuk sedikit bernafas
seperti katamu..
aku pun sungguh ingin kau di sini
rasakan hangatnya pelukmu
didinginnya malam-malamku
kamu.. dan hanya kamu
yang mampu buat ku merindu
seperti rinduku di dini hari ini..

==================================

tak lama kembali ku dapat rangkaian kata rindumu.. :

entah sampai kapan langit kan benderang
dan malam kan tetap menjadi payung hitam kita
tuk lewati semua cerita cinta yang tlah lahir
dari rahim ketidakberdayaan kita
cinta yang tlah menyapa dua hati
menjadi pengikat rindu yang begitu menggebu
rindu tlah tautkan dua hati yang tlah lama saling terikat...

masihkah kan tersisa terang dunia bagi kita tuk membagi rindu
yang smakin menumpuk ??
menjadi bukit indah yang begitu hijau seperti surga kita ??
masihkah waktu kan beri sdikit celah tuk kita bercengkrama dalam buih rindu
yang mengais di sisa-sisa hari kita

berharap kan terobati dahaga rindu dalam pelarian kita akan nyata....

kurindukan detak jantung mu yang berlarian
saling mengejar bersama alunan jantungku
menjadi melodi rindu yang begitu indah

berpacu dengan waktu... menahan segala rindu
mencoba obati rindu lewati setiap dini hari bersama sang dini...

=====================================

kau selalu bisa buatku begini.. bekukan otakku
hingga tak mampu lagi ku rangkai kata indah
hanya sebait kata yang akhirnya tercipta..

selama rindu ini ada langit kan tetap benderang
temani kita lewati setiap malam yang ku rasa kian menyiksa
waktu seakan kian tak berpihak kala rindu datang hampiri
padahal hati ini kian terikat, tertambat hangat cintamu
ingin kau di sini di sisiku..membagi semua detak jantung
dan semua desah nafas ini dalam melodi yang indah
semoga ada satu malam yang kan jadi pelipur
milikimu di sampingku.. mendekapmu erat..


^_^ di satu pagi hari yang dingin..