Kembali lagi di sini, di antara dinding-dinding putih yang selalu mengepungku dan bau khas yang sudah terlalu akrab di hidungku. Tapi kali ini semua terasa berbeda. Aku terbiasa terbaring di sini sendiri, tanpa ada yang menemani. Hanya beberapa wanita berseragam putih yang sesekali datang untuk memastikan semua baik-baik saja, dan aku akan tenggelam dalam himpitan dinding-dinding putih itu, berharap malam akan segera usai. Tapi kali semua berbeda. Aku tak lagi sendiri. Ada dia yang temani aku. Sebuah janin yang tercipta dari rahim ketidakberdayaan dan anomali kenyataan.
Aku memutuskan untuk kembali melawan dinding-dinding ini pun karena dia. Saat sakit itu kembali menyerangku, yang aku ingat hanya dia. Aku harus menyelamatkannya. Aku tak boleh kehilangannya, karena hanya dia nyata yang aku miliki. Karena dia aku akhirnya merasa memiliki sesuatu yang berharga di dunia ini. Dia satu-satunya hal yang bisa aku miliki utuh, dan kami akan saling memiliki dengan ketulusan yang tak pernah aku dapat dari yang lain.
Aku lega saat mengetahui dia baik-baik saja. Aku masih bisa tersenyum di antara keheningan malam ini. Aku tahu dia ada, dan aku akan bertahan untuknya. Sesulit apapun jalan yang akan aku lalui, aku akan melindunginya. Aku akan menjadi kuat untuknya. Untuk malaikat kecilku.
Aku tak lagi mengkhawatirkan dinding-dinding putih itu ataupun bau yang tak pernah aku sukai itu, walau malam masih saja enggan berlalu dan detik seolah mempermainkan aku. AKu ingin segera membawamu keluar dari sini. Aku tak mau nanti kau menjadi terbiasa dengan dinding-dinding itu dan bau yang tak pernah tersamarkan meski mereka telah menaruh pewangi ruangan di mana-mana. Cukup aku saja yang lalui masa-masa itu. Kau tak boleh terlalu sering bergaul dengan mereka. Kau harus lebih kuat dari aku.
Sebentar lagi malam akan segera hilang, hiruk pikuk dunia akan segera kembali dan aku akan segera membawamu pulang. Kita akan hadapi nyata bersama. Kaulah sumber kekuatanku dan aku akan menjadi kuat untukmu. Jangan khawatir, nak. Bunda akan selalu menjagamu tak perduli seberapa banyak cibiran orang. Bunda akan mempertahankanmu meski mereka tak mau menerimamu. Kita akan selalu bersama, bertahan dalam ketidakadlian dunia.
Walau tampak enggan, mentari mulai menampkakkan sinarnya. Saatnya pulang. Akan ku bawa kau ke tempat yang aman, di mana dinding-dinding tampak bersahabat dan bau khas yang penuh kehangatan menyeruak di detik kita melangkah masuk. Hanya kau dan aku.
*Aku Hilang Bentuk*
Aku memutuskan untuk kembali melawan dinding-dinding ini pun karena dia. Saat sakit itu kembali menyerangku, yang aku ingat hanya dia. Aku harus menyelamatkannya. Aku tak boleh kehilangannya, karena hanya dia nyata yang aku miliki. Karena dia aku akhirnya merasa memiliki sesuatu yang berharga di dunia ini. Dia satu-satunya hal yang bisa aku miliki utuh, dan kami akan saling memiliki dengan ketulusan yang tak pernah aku dapat dari yang lain.
Aku lega saat mengetahui dia baik-baik saja. Aku masih bisa tersenyum di antara keheningan malam ini. Aku tahu dia ada, dan aku akan bertahan untuknya. Sesulit apapun jalan yang akan aku lalui, aku akan melindunginya. Aku akan menjadi kuat untuknya. Untuk malaikat kecilku.
Aku tak lagi mengkhawatirkan dinding-dinding putih itu ataupun bau yang tak pernah aku sukai itu, walau malam masih saja enggan berlalu dan detik seolah mempermainkan aku. AKu ingin segera membawamu keluar dari sini. Aku tak mau nanti kau menjadi terbiasa dengan dinding-dinding itu dan bau yang tak pernah tersamarkan meski mereka telah menaruh pewangi ruangan di mana-mana. Cukup aku saja yang lalui masa-masa itu. Kau tak boleh terlalu sering bergaul dengan mereka. Kau harus lebih kuat dari aku.
Sebentar lagi malam akan segera hilang, hiruk pikuk dunia akan segera kembali dan aku akan segera membawamu pulang. Kita akan hadapi nyata bersama. Kaulah sumber kekuatanku dan aku akan menjadi kuat untukmu. Jangan khawatir, nak. Bunda akan selalu menjagamu tak perduli seberapa banyak cibiran orang. Bunda akan mempertahankanmu meski mereka tak mau menerimamu. Kita akan selalu bersama, bertahan dalam ketidakadlian dunia.
Walau tampak enggan, mentari mulai menampkakkan sinarnya. Saatnya pulang. Akan ku bawa kau ke tempat yang aman, di mana dinding-dinding tampak bersahabat dan bau khas yang penuh kehangatan menyeruak di detik kita melangkah masuk. Hanya kau dan aku.
*Aku Hilang Bentuk*


