di senja itu aku sungguh merindukan gurat katanya..
hingga terukir sebuah bait kerinduan tentang kata :
tak lagi kutemukan gurat indah dalam serangkaian kata
tak lagi ada balasan tuk untaian kata yang kurangkai
mungkin tak perlu lagi ada kata atau tak ada lagi kata
yang mampu ungkap semua apa yang tlah terjalin
dalam hari-hari kita..
rasa yang tumbuh perlahan
dalam rahim ketidakberdayaan..
seperti katamu..
lalu kau seperti tergerak tuk beri penjelasan..
dalam rangkaian kata yang kau ukir :
bukan tak ada lagi kata yang dapat wakili semua rasa
yang tlah ada di hari-hari kita..
namun semua kini perlahan terwujud
dalam setiap sentuh dan tatapan yang nyata..
di sela-sela sunyi nya malam..
di indah nya pagi yang menyapa...
kini ku mencoba mempesona mu dalam nyata...
tak hanya dalam kata...
karena kata tlah pernah melukai hatimu begitu dalam..
menyayatmu... hingga kau enggan tuk menjejak ke dunia...
hanya mencoba memberi lebih nyata
dalam setiap detik kebersamaan
meski terkadang tak dapat semua detik itu
tertangkap dalam alam sadar..
dalam imagi dan memori kita bersama..
meski terkadang waktu tak dapat berkompromi
tuk slalu dapat hadirkan nuansa indah
di hari hari nyatamu..
Terima kasih cinta..
tuk nyata yang berusaha kau hadirkan
dalam sepinya hari-hariku..
tuk sedikit asa yang tertumbuh
perlahan dalam nyata
di malam-malam yang kita lalui..
dan dalam hangatnya pagi bersamamu..
untuk setiap keajaiban dalam senyuman
dan tawa yang terangkai..
Terima kasih cinta..
untuk indah kisah yang terjalin
dalam kebersamaan yang nyata..
tak lagi ada ragu..
hanya cemburu sedikit hiasi rasa..
karena aku terlalu mencinta..
1 comment:
SIP DEH..hehehe....asdaa ajaa ilhamnyaa...hmm
Post a Comment