Akhirnya sebuah komitmen itu terlontar. Kamu akan menikahi aku segera setelah semua permasalahan yang sedang kita lalui ini selesai. Seperti mimpi rasanya, kata-kata itu kamu ucapkan di hadapanku. Kata-kata yang dulu rasanya tak mungkin kamu ucapkan, tapi akhirnya ku dengar dengan jelas hari itu.
Aku bahagia, aku terharu. Jika pun ini hanya sebuah mimpi maka aku tak ingin bangun dari mimpi indah ini. Kamu akan menikahi aku karena kamu ingin bersamaku, menghabiskan waktu bersamaku seperti sedia kala, saat semua masih baik-baik saja.
"I just wanna be with you." Kata-kata itu terlontar saat kamu genggam tangan aku di sore itu, sore yang kita lalui bersama dalam keterbatasan waktu dan gerak. Aku bahagia saat itu, tak pernah menyangka kata-kata itu akan terlontar dari seorang kamu. Aku sungguh bahagia.
Ternyata keterbatasan ruang, waktu dan gerak yang kita miliki kini memberi makna yang dalam untuk kebersamaan kita. Kamu semakin menyadari arti kebersamaan kita selama ini. Kamu akhirnya menyadari arti aku untukmu dan aku semakin menyadari arti kamu untukku.
Rindu kita mengikat dalam segala keterbatasan ini, keterbatasan yang tercipta karena angkuhnya ego mereka yang tak bisa mengerti kita. Aku membutuhkanmu dalam hidupku. Kamu telah menjadi separuh nafasku, bagaimana mungkin aku bisa terpisah dari separuh nafasku seperti yang mereka inginkan?
Aku akan bertahan melawan angkuh dan kerasnya ego mereka. Aku akan bertahan di sini, hingga hari itu tiba. Saat tak lagi ada yang bisa pisahkan kita. Saat namaku akan berganti menjadi Dini Yudhystira, seperti janjimu dan komitmen kita kemarin.
Aku bahagia, aku terharu. Jika pun ini hanya sebuah mimpi maka aku tak ingin bangun dari mimpi indah ini. Kamu akan menikahi aku karena kamu ingin bersamaku, menghabiskan waktu bersamaku seperti sedia kala, saat semua masih baik-baik saja.
"I just wanna be with you." Kata-kata itu terlontar saat kamu genggam tangan aku di sore itu, sore yang kita lalui bersama dalam keterbatasan waktu dan gerak. Aku bahagia saat itu, tak pernah menyangka kata-kata itu akan terlontar dari seorang kamu. Aku sungguh bahagia.
Ternyata keterbatasan ruang, waktu dan gerak yang kita miliki kini memberi makna yang dalam untuk kebersamaan kita. Kamu semakin menyadari arti kebersamaan kita selama ini. Kamu akhirnya menyadari arti aku untukmu dan aku semakin menyadari arti kamu untukku.
Rindu kita mengikat dalam segala keterbatasan ini, keterbatasan yang tercipta karena angkuhnya ego mereka yang tak bisa mengerti kita. Aku membutuhkanmu dalam hidupku. Kamu telah menjadi separuh nafasku, bagaimana mungkin aku bisa terpisah dari separuh nafasku seperti yang mereka inginkan?
Aku akan bertahan melawan angkuh dan kerasnya ego mereka. Aku akan bertahan di sini, hingga hari itu tiba. Saat tak lagi ada yang bisa pisahkan kita. Saat namaku akan berganti menjadi Dini Yudhystira, seperti janjimu dan komitmen kita kemarin.
No comments:
Post a Comment