3.04.2009

Sebuah tanya tak terjawab


Saat hati dan pikiran ku tak lagi sejalan, semua merubah kisah yang telah ada. Satu kebahagiaan semu yang kuraih, atau mungkin yang coba kuraih..perlahan sirna tak berjejak..berulang kali ku coba dustai diri, hati dan bahkan pikiranku sendiri, namun segala usaha yang kulakukan tetap tak berujung. Kesadaran kembali hampiri. Apa yang kulakukan hanyalah sebuah bentuk pembodohan diri, manipulasi ilusi. Kebahagiaan yang hambar, hanya ada dalam angan. Tak sedikitpun dapat kugenggam dalam nyata. Seringkali ku pejamkan mata ku, untuk mendapati mu di sini..and it works..selalu dapat kuhadirkan bayang mu, walau hanya sekejap dan meski kadang tak bisa saat aku sudah terlalu merindukan mu..namun hanya itu yang bisa kumiliki, bayang semu ilusi tentang mu. Terkadang sungguh terasa sangat indah, hingga hampir membutakan mata hati ku..hanya rasa yang bicara..tapi kemudian kembali terhempas saat nyata menampar. Aku harus terbangun dari mimpi ilusi indah ini. Terbangun dengan cara yang sangat menyakitkan. Dan aku bertanya..mengapa harus seperti ini?? Tak adakah cara lain untuk membangunkan ku tanpa harus menghapus keindahan mimpi yang ku miliki dari ilusi ini? Setidaknya izinkan aku untuk menyimpan kenang indahnya. Setidaknya biarkan aku merasa pernah memiliki mu walau hanya sesaat.. Namun nyata berkata lain. Yang ada hanya kepedihan yang harus ku telan. Dari semua kata indah yang pernah terucap, atas semua sentuh lembut yang pernah terasa, kini benar-benar terhempas dalam tanya..Pernahkah sedikit saja ada aku dihati mu? Atau aku hanya sekedar boneka yang bisa kau permainkan begitu saja? Entah apa jawabnya, karena kau hanya diam. Dan aku kembali sendiri.

No comments: