
He wrote :
sesaat kau terlihat seperti terlahir
kembali sejenak lupakan semua penat
yang menggantung di pelupuk mata itu
hempaskan semua angkara dan duka
jauh ke dalam palung hati tak bertuan
biarkan raga mu nikmati sejuk nya nuansa alam simulakrum
relakan tubuh mu terjamah sang angin yg terkadang menderu dan mendayu seakan ingin mengiring mu ke dalam dunia mereka yangg tak berjejak
begitu bersahabat bersama jiwamu...
seperti bidadari menari bebas indah di atas hamparan bukit hijau
berjalan-jalan jejakan kaki di antara dedaunan hijau
dan ranting yang meranggas merona kuning
terinjak deru langkah penuh semangat..
seperti langkah anak kecil yang temui nuansa pelangi di pelupuk mata nya... sungguh ingin dapat selalu kuhadirkan keceriaan itu di hidup mu
meski hanya sesaat namun sungguh damai yang kau rasa
begitu meresap hingga seberkas sinar terpancar dalam kornea matamu...
I wrote :
aku terlahir kembali karna kau ada..
mataku bersinar karena cintamu
merasuk begitu dalam ke dalam kalbu..
tak peduli dingin menyergap
ataupun angin yang menerpa selama kau ada..
hati ini kan tetap hangat jiwa ini kan tetap hidup..
pelangi yang kutemui ada dalam pancaran tatapmu..
damai kurasa ada dalam dekapmu..
dan saat ini sungguh ku mampu menentang dunia..
He wrote :
ku kan slalu mecoba tuk berikan sinar di mata mu...
mencoba tuk hangat kan dingin hati mu....
tetap berikan setetes kehidupan dalam nadi mu...
dan kuharap semua damai dan nuansa
yang kini kau rasakan tak hanya habis tuk semusim...
meski mungkin musim ku nanti kan terganti...
namun tetap simpan satu elegi dari musim ini
yang tlah begitu erat menjadi bagian dirimu...
simpan meski hanya sdikit bara yang tersisa...
cukup tuk hangatkan dirimu
kala senyap dunia menyergap tak memberi celah...
I wrote :
meski hanya sedikit bara namun kurasa
cukup tuk hangatkan seluruh hidupku..
rasa ini takkan habis semusim..
indah ini kan tetap terjaga meski musim berganti..
tlah kau hembuskan nafas baru dalam hidupku..
sekedar ucap terimakasih bahkan takkan cukup tuk membalasnya..
ku berikan hatiku dalam genggammu..
itu saja yang bisa kulakukan..
He wrote :
tak pernah ku meminta satu kata terima kasih darimu..
karena kan membuat ku serasa menjadi dewa penyelamat dalam hidup mu... biarkan ku menjadi satu orang biasa yang tlah hadir dan hidup dalam hari2 mu... menjadi teman sejati... teman suara dalam hati... yang kan tetap terngiang meski riuh dunia semakin menderu...
I wrote :
I love you dear..
He wrote :
I love you honey..
> di suatu malam berbintang.. kala bulan bersinar terang..

